Panduan Menggunakan Relay Arduino

Panduan Menggunakan Relay Arduino
Kita tahu bahwa relay itu adalah saklar untuk menghidupkan atau mematikan sebuah perangkat elektronika dengan memanfaatkan masukan dari dari output sebuah komponen elektronika lainnya seperti sensor mikrofon, sensor gerak pir, ataupun sensor input yang lainnya.



Relay dalam ilmu elektronika sebenarnya banyak tetapi, yang saya jelaskan kali ini adalah relay yang bisa digerakkan oleh sebuah perangkat yang bernama Arduino. Relay arduino mempunyai 3 buah input yang masing masing berfungsi sebagai kontrol untuk menghidupkan relay. Pin tersebut adalah pin GND, VCC, Dan IN. GND untuk ground atau tegangan 0 volt (-), VCC Untuik tegangan positif  +5v , Sedangkan IN Untuk masukkann dari sensor yang lainnya yang berfungsi untuk menggerakan sebuah sensor relay tersebut.

Memperkenalkan Relay Modul Lebih Jelas
Sebuah relay adalah sebuah saklar yang dioperasikan secara elektrik dari tegangan listrik. Ini berarti bahwa hal itu dapat diaktifkan atau dinonaktifkan, melepaskan arus atau tidak.
Mengontrol relay dengan Arduino adalah yang sederhana seperti mengontrol output seperti LED.

Modul relay yang ada di bawah.


Modul ini memiliki dua saluran (kubus biru). Ada pilihan lain dengan satu, empat, dan delapan saluran.

Mungkin Bermanfaat

Wiring Koneksi Tegangan  Listrik AC

Sehubungan dengan tegangan listrik, relay memiliki 3 koneksi mungkin :



  • COM: pin yang digunakan secara umum atau common
  • NO (Normally Open): tidak ada kontak antara pin umum dan pin NO. Jadi, ketika Anda memicu relay, menghubungkan ke COM pin dan pasokan disediakan untuk beban
  • NC (Normally Closed): ada kontak antara pin umum dan pin NC. Selalu ada hubungan antara COM dan pin NC, bahkan ketika relay dimatikan. Ketika Anda memicu relay, sirkuit dibuka dan tidak ada pasokan yang disediakan untuk beban.
    • Jika Anda ingin mengontrol lampu misalnya, lebih baik menggunakan sirkuit NO, karena kami hanya ingin untuk menerangi lampu sesekali.

Pemasangan Kabel Pin
Hubungan antara modul relay dan Arduino yang benar-benar sederhana:


  • GND: Hubungkan ke ground (0 volt)
  • IN1: kontrol relay saluran pertama (akan terhubung ke pin digital Arduino)
  • IN2: mengontrol relay saluran kedua (harus terhubung ke pin digital Arduino, jika Anda ingin menggunakan relay keduanya dan Jika tidak, Anda tidak perlu menghubungkannya.)
  • VCC: Hubungkan ke 5V
Contoh: Mengontrol Lampu dengan Modul Relay dan PIR Motion Sensor


Dalam contoh ini Anda akan membuat lampu sensitif gerak. Sebuah lampu akan menyala selama 10 detik setiap kali gerakan terdeteksi.

Gerak akan terdeteksi menggunakan sensor gerak PIR.

bagian yang dibutuhkan
Berikut bagian yang dibutuhkan untuk contoh project ini :
  • Relay Modul 
  • Arduino 
  • PIR Motion Sensor 
  • Lampu Cord Set 


Untuk Pengkodingan

Salin kode berikut kedalam Arduino IDE dan meng-upload ke papan Arduino Anda.
Peringatan: Anda jangan meng-upload kode baru disaat Arduino Anda terhubung ke relay.

/*********
  Rui Santos
  Complete project details at //randomnerdtutorials.com  
*********/
// Relay pin is controlled with D8. The active wire is connected to Normally Closed and common
int relay = 8;
volatile byte relayState = LOW;
// PIR Motion Sensor is connected to D2.
int PIRInterrupt = 2;
// Timer Variables
long lastDebounceTime = 0;  long debounceDelay = 10000;
void setup() {
  // Pin for relay module set as output
  pinMode(relay, OUTPUT);
  digitalWrite(relay, HIGH);
  // PIR motion sensor set as an input
  pinMode(PIRInterrupt, INPUT);
  // Triggers detectMotion function on rising mode to turn the relay on, if the condition is met
  attachInterrupt(digitalPinToInterrupt(PIRInterrupt), detectMotion, RISING);
  // Serial communication for debugging purposes
  Serial.begin(9600);
}
void loop() {
  // If 10 seconds have passed, the relay is turned off
  if((millis() - lastDebounceTime) > debounceDelay && relayState == HIGH){
    digitalWrite(relay, HIGH);
    relayState = LOW;
    Serial.println("OFF");
  }
  delay(50);
}
void detectMotion() {
  Serial.println("Motion");
  if(relayState == LOW){
    digitalWrite(relay, LOW);
  }
  relayState = HIGH;  
  Serial.println("ON");
  lastDebounceTime = millis();
}


Skematiknya :

Merakit semua bagian seperti pada skema di bawah ini.
Peringatan: jangan menyentuh kabel yang terhubung ke tegangan listrik. Pastikan Anda telah kencangkan semua sekrup.


Demonstrasi
Sekarang, ketika gerakan terdeteksi, lampu Anda menyala.


Demikian postingan kali ini Tentang Panduan Untuk Menggunakan Relay Pada Arduino, mudah-mudahan postingan kali ini bisa menambah wawasan anda dibidang elektronika. Postingan ini saya dapatkan dari website orang portugis Random Nerd Tutorial.

incoming search terms
cara menggunakan relay untuk arduino,relay modul for arduino,mengontrol perangkat elektronik lewat android,penggunaan relay saklar otomatis,membuat kontrol lampu jarak jauh.

Anda Sedang Membaca Artikel Tentang Panduan Menggunakan Relay Arduino Dan Artikel Ini URL Permalinknya Adalah http://www.simuiz.com/2016/12/panduan-menggunakan-relay-arduino.html, Saya Harap Artikel Ini Bisa Bermanfaat Bagi Anda Yang Membacanya.


You Might Also Like:

How to style text in Disqus comments:
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Hide Parser